Skip to main content

CRITIC OR HATE (?)


Asslamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!

Lets read  this ma new post guys.
____________

“Ini video ter-an*ing yang udah gue tonton.”
“Jangan sok inggris bang. Gak ada tuh orang Inggris sok Indonesiaan. Adanya orang Indonesia sok Inggris.”
“Lain kali buat bendera yang elok. Senang ada atas bawah. Kurang lebih macam Singapore. Ini bendera pemalas macam rakyatnya.”
“Mending berhenti aja lu bocah. Gak kualitas banget sih.”
Dan lain-lain. . . .
_____________

Pernah gak kalian temui komentar-komentar macam itu di sosial media baru-baru ini? Sudah pasti ada banyak tak hanya itu. “Nggak sih belum liat tuh ada komentar begituan.” Iya paling kerjamu di sosial media hanya chatingan, nge-chat gebetan/pacar, scroll status temen dsb. Makanya kepekaanmu terhadap problema di sosial media terabaikan. “Lantas apa yang dipermasalahkan bang?”

Baru-baru ini berkisar udah ada banyak masalah terjadi. Masalah terjadi di dua dunia. Real Problem nya terjadi di Dunia Nyata, pun terjadi konflik di Dunia Maya. Masalah pun dipermasalahkan ada yang benar nyatanya bermasalah sehingga dikomentar pedas. Ada juga yang belum patut disebut masalah tapi dipermasalahkan dengan komentar tidak nyaman atas dasar tidak suka. So what problem guys?

Masalah-masalah yang saya maksud sebenarnya bukan masalah besar banget. Hanya sekedar merespon dan mencoba memperbaiki hal yang kurang benar. Padahal udah bener (dikit). Yaitu terkait bagaimana cara berkomentar dengan baik. Bisa dibilang kritik. Atau ada juga yang bilang Hate.

Ada si A berkarya lalu ada si B melihat dan berkomentar. Kalau karya si A tersebut sesuai sama passion si B, jelas muncul komentar positif. “Bagus ya.” “Lanjutkan deh, saya suka.” Dsb. Namun bagaimana bila karya si A tidak sesuai passion si B atau malah tidak suka sama sekali? Jelas nantinya malah muncul komentar negatif. “ih jelek banget sumvah.” “kok gak mutu sih.” “Gak ada gunya banget yak.” Dsb.  Ini suatu contoh komentar-komentar dari orang-orang terhadap suatu karya. Terlebih pula, komentar tersebut dari kalangan Netizen (baca: pengguna ineternet) yang biasanya sering online di sosial media.

Berbeda dengan komentar publik atas suatu masalah. Masalah yang terjadi bukan dialami si komentator. Masalah tersebut dialami pihak lain. Namun karena si netizen melihat dan merespon, ada-ada saja dikomentari. “Wah parah itu, bangsat.” “Miris, kesalahan fatal.” Dsb. Ya begitulah pemirsah. Yang katanya netizen always right.

Nah begitulah guys perihal komentar-komentar dari orang-orang. Secara prosedural mereka benar. Adanya suatu hal yang menarik perhatian lalu ada komentar yaitu untuk sebuah respon atas hal tersebut. Beda dengan tidak berkomentar sama sekali. Secara tidak langsung dia mengabaikan apa yang terjadi dan merasa tidak peduli.

Lantas bagaimana berkomentar yang baik dan benar?

Bila saya kategorikan, untuk netizen saat ini kebanyakan komentarnya untuk mengkritik atau sekedar hate itu bersifat negatif.  Kalau komentar bisa saja baik dan buruk. Kalau hate? Ya buruk sih. Begini perbedaannya.

CRITIC (n) . // pengecam, pengritik, pengupas, pembahas.

Artikelsiana mendefinisikan sebagai celaan atau kecaman atas suatu keadaan, perilaku, atau yang kita anggap menyimpang dan tidak benar.

Kompasiana mendefinisikan penganalisaan dan pengevaluasian sesuatu untuk tujuan meningkatkan pemahaman, dan memperluas apreasiasi.

KBBI mendefenisikan kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dsb.

Iya dua-duanya benar. Suatu kritik berperan amat sangat terhadap sesuatu dan pelaku akan sesuatu tersebut. Bilamana kritik kita disampaikan dengan benar, maka respon positif akan tumbuh untuk pelaku sesuatu tersebut. Walaupun sifat kiritik kita negatif, tapi bila kritik kita benar dan sesuai kode etik, maka wujud kritik adalah positif baginya dan si pelaku tersebut.

Bagaimana kritik yang baik dan benar?

Saya udah baca banyak artikel tentang tata cara  kritik yang baik dan benar. Dan biar saya simpulkan dengan satu etika simpel dalam kritik.

Yaitu, kritiklah dengan Kritikan yang Konstruktif. Cukup.

Secara KBBI, Konstruktif yaitu bersangkutan dengan konstruksi. Bersifat membina, memperbaiki, mambangun dsb.

Jadi kritik konstruktif itu tanggapan akan sesuatu dengan tujuan memperbaiki atau mengingatkan agar lebih baik. Gitu sudah simpel.

Misal:

- ada salah satu teman se tim futsalmu sering melakukan foul atau kesalahan lainnya. Suka merusak konsentrasi pemain dan memecah belah kosnsentrasi pemain. Nah silahkan kritik orang seperti ini. kritiklah dengan kritikan yang konstruktif agar tidak mengacaukan perasaan temanmu itu. Walau sebenarnya perasaanmu udah kacau. Kritik dengan bahasa yang meyakinkan, improvisasi yang baik, dan juga kasih solusi atas apa yang patut diperbaiki darinya. “bro wah dari tadi kamu agresif banget. Hebat. Karena kamu bagian dari kami coba kali ini kamu gini gini gini bla bla memungkinkan sekali kamu jadi MVP deh ntar.” Yup gitu misal.

- kalo kamu cewe, biasanya nih cewe dalam berkomentar sangat tajam dan akurat yah. Karena cewe mikirnya pake perasaan. Kalo ada temenmu yang cewe biasnya nih kan make make up yang berbeda-beda. Ada yang glamor dan juga ada yang biasa aja. Nah menaggapi perbedaan-perbedaan soal make up nih kritik dengan benar. Kalau emang kamu gak suka make up temenmu yah tinggal tanggapi dengan kritik yang positif. “make upmu bagus yah. Cantik. Aku boleh usul gak? Di bagian ini kamu bla bla bla nah makin cantik jadinya kmu ntar.” Hahahaha ya misal begitulah.

Bang, kalau kritik itu, haruskah orang yang lebih menguasai atau lebih baik dari yang kita komentari?

Gak harus dong. Siapa saja boleh berkomentar dan wujud kritik. Asal seperti yang saya katakan tadi. Kritikmu itu kritik yang konstruktif. Gak harus toh Presiden dikritiki oleh Presiden lainnya? Adanya rakyat yang peduli nasionalis bisa mengkritiknya. Gak harus toh penetepan UKT mahasiswa oleh Pihak Keuangan kampus yang dinilai terlalu tinggi oleh mahasiswa di komentari oleh Rektor? Nyatanya mahasiswa yang mengkrtik. Dan lain sebagainya.

HATE (n). // benci, kebencian, perasaan benci, dendam.

Berbeda dengan Hate guys. Kiritikus itu berbeda dengan Hater. Umumnya, kritikus berkomentar dengan alasan yang kongkrit atas dasar memngevaluasi. Hater, berkomentar dengan alasan yang gak jelas dan atas dasar benci atau dendam.

Biasanya nih pada umunya, Hate atau rasa benci itu timbul karena ada kontradiksi terhadap sesuatu. Karena dia tidak suka maka dia membencinya. Kenapa membenci? Karena (mungkin) hal dikomentari tidak layak diapreasi, tidak sesuai dengan passionnya, dan sebagainya. Intinya, alasan membenci karena ada hal yang tidak disukai.

Dan anehnya, saya denger  ”Haters are true lovers.” Iyakah? Entah statement ini bersumber dari mana. Mungkin saja statement ini berasal dari mereka yang dibenci. Sebagai wujud pembelaan diri.

Berikut contoh-contoh ekspresi para hater:



Dan Lain Lain.









Berikut contoh-contoh krtitik:




















Untuk para kritikus dan hater, komentar kalian amat sangat berpengaruh pada feel orang yang kalian komentari. Jadi, cobalah selain berkomentar untuk juga mengerti perasaan orang yang kalian komentari. Dan untuk commented, cobalah untuk bersabar dengan terus berkarya dan menjadi lebih baik dengan evaluasi komentar-komentar yang ada. Kalau katanya Agung Hapsah, stay class!

Setelah kita tahu nih guys perbedaan antara kritik dan Hate, saran dari saya nih guys. Gak apa kamu berkomentar asal konstruktif. Baik komentar gak suka maupun suka itu hakmu.  Dan jadilah komentator yang pintar dan bijaksana. Dan juga tak lupa berkata lah yang baik. Karena kata-kata yang baik adalah shadaqah. So,  choose one of both would you be?

Coba guys pengen tahu gimana komentar kalian terhadap post saya kali ini. Critic or Hate (?) J


Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh! 

Comments

Popular posts from this blog

Ada si Cinta di Al-Amien Prenduan :D

Masjid Jami' Al-Amien Prenduan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! Dalam post kali ini saya bukan bermaksud untuk hanya mengenalkan Al-Amien Prenduan saja. Melainkan saya juga akan mengenalkan bagaimana karakter itu dibentuk dari sistem pendidikan. Ya itung-itung juga ada kaitannya dengan Al-Amien Prenduan. Tempat yang mana pernah penulis singgah beberapa tahun lalu. Karena si cinta ada disini, dan saya menuliskannya :) -Al-Amien Prenduan? kok bisa ada tempat seperti itu? Biar jelas dan pengen tahu sejarahnya sekilas bisa cek  di sini . :) -Kenapa penulis sekolah di Al-Amien Prenduan? Sebenarnya sih awal mula dulu sejak lulus SD, saya gak mau mondok. Ya mau sekolah di luar pada umumnya. Tapi Abi sendiri gak seutuju. Jadi saya pada saat itu ya di kelabuhi Abi yang mana saya diajak jalan-jalan wisata dan pada akhirnya diajak jalan ke Al-Amien Prenduan. Ya mana tahu kalo itu adalah pondok. Saya cuma liat-liat aja, cuek. Tapi lumayan tempatnya, adem. Disamping ...

Cerita Semalam

Indonesian x Malaysian Tibalah dipenghujung tahun ini, banyak hal terjadi. Banyak perasaan dikorbankan, banyak harapan diperjuangkan, banyak pengalaman layak untuk diceritakan. Kita bukan lah pembuat skenario atau cerita-cerita ini. Kita hanyalah tokoh yang memainkan peran masing-masing menurut apa yang diarahkan oreh sutradara terbaik dari yang terbaik, yaitu Allah. Protagonis, antagonis, melankolis, dramatis, dan berbagai unsur-unsur cerita lainnya turut mewarnasi cerita. Seperti cerita yang begitu saja tak terasa larut dalam waktu. “Sudah disiapkan passport -nya Qif?” “Aman bar.” Nanti kita berangkat bareng ke Bandara Juanda jam 03.00 WIB, biar gak telat keberangkatan pesawatnya.” “Okesiap.” Segala barang perlengkapan tengah disiapkan. Kantuk tiada lengah untuk ditahan. Bertahan hingga waktunya tiba berangkat ke Banda Juanda bersama Albar via Grab-car . Hingga tiba waktunya, kami pun berangkat bersama dari UINSA ke Bandara Juanda untuk melakukan boarding ...

8 Days Arabian Spiritual Journey

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh! Salah bahagia for you, all good people. Sebelumnya, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Karena ketidak konsistenan saya dalam menulis dan mengisi feed blog ini. Sebenarnya sih buanyaak waktu untuk menulis. Tapi juga banyak faktor gajelas ataupun alasan yang gak konkrit untuk tidak menulis :’(. Tapi sejujurnya saya kesulitan dalam menulis beberapa saat sebelumnya karena kendala laptop yang rusak :’(. Semoga aja deh bisa dapet rejeki dapet laptop yang lebih canggih. ((aamiin)) Next guys , post kali ini tentang perjalanan umrah saya yang (Alhamdulillah) telah dilaksankan pada akhir Desember (20-27) 2017. Alhamdulillah akhir tahun saya dihadiahkan panggilan oleh Allah untuk ziarah ke rumahNya. TANPA DIDUGA. Flashback bentar. Ceritanya hadiah umrah ini belum ada dalam list mimpi. Saya belum terbersit untuk umrah. Ya gimana ya, saya kan gapunya uang yang cukup untuk itu. Namun Allah Maha Baik atas segalaNya. Pada waktu itu (29-Juli-2017) HU...